:: Website SJB ::

SJB dan Perhutanan Sosial

Bagaimana keterkaitan jangka benah dengan perhutanan sosial?

Target atau sasaran implementasi jangka benah adalah kawasan hutan yang terlanjur bersawit yang telah dibebani izin perhutanan sosial (PS). Menurut pasal 65 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 83 tahun 2016,  pemegang izin PS yang dalam kawasan kelolanya terlanjur bersawit, maka berkewajiban untuk menanaman pohon berkayu sedikitnya 100 pohon per Ha. Jangka Benah pada level tertentu dapat dipandang sebagai pemenuhan kewajiban tersebut. Namun Jangka Benah sebenarnya tidak hanya sebatas memneuhi kwajiban menanam pohon berkayu pada izin PS yang terlanjur bersawit, Jangka Benah merupakan strategi transformasi untuk mengembalikan struktur dan fungsi hutan dari kondisi awal berupa hutan yang terganggu oleh kebun kelapa sawit monokultur yang kemudian melalui lintasan tertentu dengan kondisi-kondisi antara yang dapat berupa agroforestri sawit dan kondisi akhir yang semakin mendekati struktur dan fungsi ekosistem hutan alam.