(0274) 512102 jangkabenah@gmail.com

Monitoring Demplot Strategi Jangka Benah melalui Foto Udara

by | 24 Mar 2022 10:03:03

Sampai saat ini, implementasi Strategi Jangka Benah (SJB) sampai ke tingkat tapak sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu juga, petani mitra SJB telah mengubah sistem pemanfaatan lahan dari kebun sawit monokultur menjadi kebun sawit campur. Pencampuran tersebut dilakukan dengan pengkayaan jenis melalui penambahan jenis tanaman komoditas kehutanan dan multi purpose trees species (MPTS).  Secara teknis, pengkayaan jenis ini dilakukan dengan penerapan pola agroforestri. Petani sawit ini mencampur kebun sawit yang dimilikinya dengan tanaman kehutanan untuk meningkatkan manfaat ekologis dan ekonomi kebunnya, sehingga petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas saja, yaitu sawit.

            Tim Strengthening Palm Oil Sustainibility in Indonesia (SPOSI) melalukan monitoring implementasi SJB di tingkat tapak dengan teknik pengambilan foto udara pada tiga demplot SJB yang tersebar di Provinsi Jambi dan Provinsi Kalimantan Tengah.  Melalui foto udara yang dihasilkan, tampak kombinasi tutupan tajuk yang variatif antara kelapa sawit dan tanaman kehutanan. Salah satunya di demplot Kelurahan Pangkut, Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah pada lahan milik Bapak Opu yang mencampur komoditas sawit dengan tanaman jengkol. Hal ini menunjukkan bahwa praktek sawit campur sangat mungkin untuk dilakukan, terlebih pencampuran yang dilakukan tidak mengurangi tingkat produktivitas buah sawit, dan masyarakat mendapat hasil tambahan dari jengkol yang ditanam. Tidak hanya keuntungan secara ekonomi yang diperoleh, dampak ekologis juga dapat dirasakan oleh masyarakat dengan kembalinya air tanah akibat keberadaan tanaman kehutanan.