(0274) 512102 jangkabenah@gmail.com

Informasi Brief Sebagai Peningkatan Pemahaman Konsep Strategi Jangka Benah

by | 20 Jun 2022 10:06:39

Keberadaan kebun kelapa sawit monokultur didalam kawasan hutan merupakan permasalahan yang saat ini dihadapi oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tumpang tindih penggunaan kawasan hutan yang tidak sesuai dengan penggunaannya coba dijawab oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama mitra Strengthening Palm Oil Sustainability in Indonesia (SPOSI). Konsep penyelesaian kebun kelapa sawit monokultur diselesaikan melalui mekanisme Strategi Jangka Benah. Dalam kesempatan ini, Diyane A. Sudaryanti, M.Si., Dr. Hery Santoso, dan Dr. Hero Marhaento menyusun informasi brief dengan judul “Strategi Jangka Benah dan Penyelesaian Kebun Sawit di dalam Kawasan Hutan”.
Informasi Brief ini berisi mengenai bagaimana Strategi Jangka Benah sebagai suatu mekanisme sosio-teknis-kebijakan yang diperlukan untuk menyelesaikan “keterlanjuran” sawit dalam kawasan hutan yang diharapkan dari periode jangka benah dapat mengatasi tiga persoalan utama yang selama ini melekat pada kebun-kebun semacam itu, diantaranya pertama, persoalan ilegalitas karena berada di wilayah yang tidak semestinya, yaitu kawasan hutan; kedua, persoalan produktivitas, karena kebun-kebun sawit semacam ini cenderung tidak bisa mengakses program-program pemerintah; ketiga, persoalan sustainabilitas, karena menimbulkan deforestasi secara langsung sehingga memerlukan penyelesaian secara tuntas. Ulasan lengkap informasi brief ini dapat dibaca pada menu publikasi website Strategi Jangka Benah (www.jangkabenah.org).